Senin, 10 April 2017
#MemesonaItu: Karena Semua Bunda Memesona bagi Anak-Anaknya
<a href="http://www.pancarkanpesonamu.com/memesonaitu"><img src="http://www.pancarkanpesonamu.com/memesonaitu/assets/imgs/505.jpg" style="width: 505px;" alt="#MemesonaItu"></a>
Assalamu'alaikum bunda...
Hijrah tidak selalu berarti berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Hijrah juga dapat diartikan berpindahnya satu kebiasaan buruk menjadi baik. Kata hijrah lebih berarti perubahan dari sesuatu yang buruk menjadi lebih baik dibanding sebelumnya. Pun kata hijrah bisa digunakan untuk mengartikan perpindahan dari status lajang menjadi berpasangan. Awal dari hijrah ini menentukan keputusan bahwa iya saya siap menyudahi masa lajang, merupakan hijrah yang besar, yang awalnya tidak terpikirkan. Konsekuensi dari pengambilan keputusan itupun berbuntut lebih kompleks lagi. Hadirnya buah hati menjadi suatu harapan yang dinanti. Menjadi hal yang tidak dapat diceritakan perasaan memiliki duplikat dari kita sendiri. Meski hanya separuhnya kita berperan. Kehadiran buah hati merubah banyak hal. Yang tadinya serba simpel menjadi serba rempong, yang awalnya serba cantik menjadi serba belepotan sana sini, yang sebelumnya wangi menjadi bau bawang, yang tadinya damai tanpa berisik menjadi super heboh dengan tangisan dan jeritan. Perasaan yang tidak bisa diungkapkan namun hanya siap untuk dirasa. "Me time" menjadi sebuah hal yang mustahil untuk diraih. Keterpaksaan?? Awalnya mungkin iya, namun lambat laun sang junior mungil lah yang menyadarkan bahwa ini hidup yang sebenarnya. Tak sadar di belakang emosi yang meluap-luap menghadapi perbedaan habit, rasa cintapun mulai tumbuh mengiringi pesingnya bau ompol, mengiringi berisiknya tangisan malam hari menandakan dia haus, minta disusui, dia butuh dekapan kita bundanya. Entah sekedar mengusir mimpi buruk atau mengusir kedinginan yang menusuk. Tidak terasa mata ini terperanjat melihat badan mungilnya yang sudah tidak berselimut. Ohh anakku..maafkan bunda. Semua hijrah ini membuat stress tak terkira. Kaupun tak pernah tahu nak, apa sebenarnya yang terjadi disetiap hati bunda- bunda. Mereka kebingungan, mereka sedih, mereka bahagia tak terperi tapi tak tahu harus berbuat apa. Semua terasa asing, semua terasa baru. Belum pernah sebelumnya merasakan ini semua. Rambut kusam, wajah kucel, baju kusut entaah kemana kesempurnaan yang dulu pernah dirasa ada. Tapi inilah yang sebenarnya hidup, tanpa polesan, tanpa topeng tanpa segala yang menutupi semua keburukan. Aku harus bangkit, aku harus bangun. Kaupun tidak peduli perasaanku. Kau terus tumbuh dan terus berkembang. Seiring cintaku semakin besar. Tak disangka mulai rindu dengan ocehanmu yang mulai berkurang, kaupun tumbuh menjadi anak yang cerdas. Anak yang pemberani. Lalu apakah semua kejanggalan yang pernah dirasa menjadi penghalang rasa cinta ini?? Tidak..justru semua itu yang memupuk cinta ini semakin subur. Tak disangka, tangisanmu, ompolmu, pup mu, merajukmu dan ketergantunganmu sama aku itu yang membuat diri ini menjadi berarti. Bukan topeng yang bisa terhapus, bukan tertawa semu bersama teman tak setia, bukan pula hura-hura tak terkira. Tak kusangka aku mulai rindu mendekapmu sambil menatap mata jenakamu, mulai rindu endusanmu di ketiakku, mulai rindu tarikan-tarikanmu di ujung rokku ketika aku mau meninggalkanmu barang sebentar. Sepertinya memang seluruh dunia seisinyapun tak bakal mampu menggantikan dirimu buatku, bunda tercintamu. Jangan kau kira nak , kepergianku meninggalkanmu untuk memenuhi kewajibanku setiap hari itu membahagiakanku. Tidak, tidak sama sekali. Remuk hati ini, melihat airmatamu meleleh menghangat di kedua pipimu, sambil kedua tangan mungilmu meraih - raih udara berusaha menggapai tanganku yang sudah melaju. Kamu bisa apa?? Hanya bisa menggeliat mencari celah untuk turun dari gendongan orang asing yang kupercayai untuk menjagamu selama aku tak ada, dan mengejarku sebisa mungkin. mungkin jika dapat kau raih kau akan peluk sekuatnya dengan seluruh kekuatanmu agar aku tidak kemana - mana. Mana mungkin bisa? dengan kaki mungilmu takkan bisa menjangkau motor yang sudah kulaju maksimal??menutupi lelehan yang menghangat dipipi, setiap pagi. Sudahlah nak terima saja, bunda memang harus berangkat setiap hari untuk bekerja, untuk kewajiban yang sudah bunda terlanjur sanggupi. Meski dengan hati remuk setiap hari. Tapi ketahuilah nak, cinta ini sudah tidak tergantikan. Oleh siapapun makhluk di dunia ini. Kecuali bagi satu Dzat yang Maha Pemberi Kehidupan. Tidak ada duanya. Doakan ya nak, bunda bisa segera menemukan celah untuk mencuri sisa waktu ini hanya untuk mendampingimu, mendidikmu menjadi anak - anak penghafal alquran. Aku tahu kesedihanmu, aku tahu pengorbananmu, yuk kita sama - sama berjuang bisa melewati semua ini dengan izin Allah. Kuatkan bunda nak. Kuatkan agar bisa tetap istiqomah menebar cinta bagi kalian. Kita pasti bisa nak. Peluk ciumku untuk kalian anak - anakku. Karena #MemesonaItu adalah mencintai semua buah hati kita dengan sepenuhnya cinta.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
MAMAHKE JOGJA MENAMBAH MANIS JOGJA YANG MEMANG MANIS
MamahKe Jogja Menambah Manis Jogja Yang Sesungguhnya Berhati Nyaman. Belakangan ini sedang marak kue ala artis. Kue - kue tersebut bi...
-
Lebaran sangat erat dengan pergi tamasya dan keliling kota mengunjungi sanak family. Tahun ini lebaran kita habiskan di Kroya Ci...
-
🍒Tips Mudik Sehat🍒 Bahas mengenai lebaran sangat lekat dengan satu kata ini, mudik. Mudik diartikan kembali ke kampung halaman dari t...
-
Matahari tetap terasa panas, angin tetap berhembus tak peduli, semua berjalan seolah tak ada apapun yang berubah. kecuali satu, dalam hati i...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar