Kamis, 30 Maret 2017

Sarapan Bersama di Jumat Berbagi

assalamu'alaikum...
alhamdulillah pagi ini adalah Jumat ke sekianku gabung dengan Komunitas Jumat Berbagi. Alhamdulillah Allah masih melonggarkan rejeki sehingga pagi ini masih bisa ikut untuk meramaikan Jumat berbagi.
Komunitas Jumat berbagi di Jogja merupakan komunitas orang-orang yang ingin berbagi kepada sesama terutama orang dhuafa maupun semua orang yang sedang membutuhkan sarapan. ada ketuanya, ada anggota yang siap membantu menjemput nasbung-nasbung dan mengedarkannya ke seluruh Jogja, ada juga donatur yang siap memberikan donasinya baik berupa uang segar untuk dibelanjakan nasbung maupun yang sudah dalam bentuk donasi nasbung. kami disatukan dengan niat yang sama untuk berbagi di Jumat pagi. kenapa dipilih Jumat pagi??karena pada hari ini semua amalan sholeh lebih dilipatgandakan pahalanya, dan kenapa dipilih pagi??karena pagi merupakan waktu awal manusia untuk beraktifitas dengan harapan berbagi sarapan akan membuat orang-orang lebih berenergi untuk menjalankan aktifitas ibadahnya di hari ini, bukan untuk riya bukan untuk pamer, tapi semoga sharing ini bisa untuk memotivasi teman-teman semua insyaallah jika kita niat kita pasti bisa.  manfaat kita berbagi kepada sesama sangatlah banyak. kita jadi terbiasa berbagi dengan orang-orang yang lebih membutuhkan sekedar nasbung di pagi hari. merasakan nikmatnya berbagi, merasakan bahwa rejeki tak disangka berupa nasbung sangat disyukuri oleh penerimanya. masya Allah, ada yang dari sore belum makan, anak-anak kelaparan tapi orangtua apalah daya hanya pemulung atau tukang becak yang tidak tentu penghasilannya, tiba-tiba di Jumat pagi banyak sekali yang berbagi nasi, mereka ada yang berebut, ada yang sabar menunggu antrian, ada yang hanya melihat aktifitas ini sambil senyum-senyum tp hatinya membuncah, tidak ingin ikut berebut tapi belum mampu untuk memberi juga. pagi ini, bapak-bapak, ibu-ibu, mahasiswa, pekerja kantor sekedar berangkat lebih pagi untuk bisa menyelakan waktu untuk ikut kegiatan ini. sungguh kepuasan hati yang hanya bisa dirasakan jika kita terjun kesana. banyak bertemu dengan orang yang benar-benar "butuh makan".
di sudut kota ada nenek yang tiap pagi menjajakan sapu lidi, kadang ada tambahan buah rambutan atau alpukat selagi musim, tidak banyak. untuk beli sapu lidi tiap hari juga tidak mungkin, tapi rasanya tiap minggu beli sapu lidi pun okelah, dengan harga hanya Rp 4.000,- per ikat + bonus nasbung tiap Jumat pagi. nenek yang duduk di trotoar dengan kaki berada di tepi aspal yang sliwar-sliwer dilewati sepeda motor, ada yang pelan, ada yang tetap ngebut tidak peduli ada kaki nenek yang rawan terserempet.
semoga dilindungi Allah dalam jihadnya bertahan hidup di Jogja yang sudah mulai macet ini ya nek...sapu lidinya akan jadi saksi perjuangan hidup kelak di Yaumulhisab, bukan hanya sekedar meminta-minta.
Allahu A'lam bishowab.

Wassalam,
 Semoga bermanfaat


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAMAHKE JOGJA MENAMBAH MANIS JOGJA YANG MEMANG MANIS

MamahKe Jogja Menambah Manis Jogja Yang Sesungguhnya Berhati Nyaman. Belakangan ini sedang marak kue ala artis. Kue - kue tersebut bi...