Assalamu'alaikum wr. wb
Alhamdulillah di kesempatan akhir bulan syawal bisa mengikuti acara syawalan di Masjid Syuhada Yogyakarta yang diadakan oleh TK Masjid syuhada. Syawalan kali ini ada yang berbeda dari syawalan biasanya, kebetulan saya sebagai wali murid TK yang baru mendaftar di TKMS Yogyakarta, anak kedua saya Muhammad Abiyyu Alpha Alafghani.
Konsep parenting dengan THE MODEL yang sudah terbit bukunya diboyong ke dalam kelas ini. Langsung dibawakan oleh beliaunya Bapak Nopriadi, Ph.D sebagai penulis buku THE MODEL.
Dari pemaparanmaterinya ada beberapa yang berhasil saya catat untu pengingat saya pribadi di masa yang akan datang.
konsep parenting dengan THE MODEL menitik beratkan pada konsep "tuning" atau setting pada pribadi anak kita.
Semua manusia dilahirkan dengan modal naluri:
1. Rasa Menyayangi
Dari rasa menyayangi inilah kemudian manusia bisa berkembang.
Ibu menyayangi anak, anak menyayangi ibu, suami menyayangi istri danseterusnya.
Dari rasa menyayangi inilah muncul kemauan untuk berkorban. coba kita bayangkan apapbila tidak ada rasa menyayangi mungkin saja akan berasa direpotkan saat hamil, setelah melahirkan semakin merasa idrepotkan dengan tetek bengek urusan kebayian, tetapi ternyata tidak demikian. setiap ibu tidak pernah merasa direpotkan dengan kehamilannya, maupun dengan melahirkan bayi yang memperjuangkan dengan jaminan nyawa, pun setelah anak lahir dengan tangisannya dan segala hal repot lainnya hingga anak bisa mandiri. bayangkan butuh berapa lama untuk menunggu anak mandiri? dan apakah jika dibiarkan begitu saja anak juga pasti akan mandiri? tidak. anak mulai dalam kandungan dengan segala "hal merepotkan" lainnya akan selalu butuh rasa sayang dalam bentuk bermaca-macam. Rasa sayang bisa dalam bentuk diurus, disusui, diajari dengan sabar, diajakbermain dengan sabar dan sebagainya. Rasa sayang itulah yang membentuk manusia mempunyai budaya. rasa sayang yang merupakan anugrah dari Allah yang membuat manusia berkembangbiak dengan segala budaya yang ada.
apakah rasa sayang saja cukup? tentu saja tidak. mendidik anak hanya dengan rasa sayang saja justru akan menjadikan kita sebagai "TOXIC PARENT".
Toxic parent adalah orangtua yang mengajarkan kejelekan terhadap anaknya karena rasa sayang. sebagai contoh, ayah yang minum-minuman beralkohol didepan anaknya yang masih balita, ketika ayahnya minum minuman itu dari botol, kemudian anaknya nangis minta minum, sama ayahnya diberikan minum susu dalam botol, tetapi anak meronta-ronta tidak mau susu, maunya minuman yang diminum ayahnya yaitu minuman beralkohol sambil nangis teriak guling-guling, oleh orangtuanya malah ditertawakan dengan bangga.
Toxic parent juga dapa berupa kebiasaan orangtua yang diikuti langsung oleh anaknya, misalnya seorang ibu yang teriak kepada anak sulungnya sewaktu sedang memarahi, maka akan ditiru langsung oleh adik si sulung menirukan teriakan ibunya kepada kakaknya.
Mendidik anak tidak cukup dengan rasa sayang, tetapi membutuhkan ilmu, ilmu apakah?
1. Ilmu Islam
2. Ilmu Sunatullah, seperti parenting dan lain-lain.
Tanpa Ilmu, oang tua yang disulap hanya dengan menikah dan melahirkan anak bisa melakukan malpraktek sebagai orangtua.
sudah pasti orang yang menikah kemudian mempunyai anak akan disebut dengan orangtua, tetapi jangan orangtua yang malpraktek, maka lengkapilah ilmu mendidik anak.
Profesi yang paling penting di dunia ini adalah: Orangtua
Tindakan malpraktek pada perilaku orangtua akan melahirkan kerusakan perilaku anak terutama pada kalangan remaja, pemerkosaan, pembunuhan, aborsi, klitih di kalangan remaja dan lain sebagainya.
Dalam mendidik anak dikenal ada beberapa type problem/masalah:
1. masalah sederhana
2. masalah rumit ( sekelas masalah bagaimanan membuat pesawat terbang dll)
3. masalah kompleks (cara yang sama belum tentu hasil sama)
Parenting menempati level masalah kompleks, karena pada penerapan cara yang sama diterapkan kepada anak yang berbeda hasilnya akan berbeda. Mendidik anak pertama dan kedua oleh orang tua yang sama dan cara yang sama hasilnya belum tentu kedua anak sama kualitasnya. inilah kerumitan yang membutuhkan kecerdasan dalam mendidik buah hati.
Bila kita cermati dilingkungan kita, kebanyakan jawaban atas pertanyaan siapakah yang bertugas mendidik anak?tentu dominan jawaban akan menyerukan "Ibu". tetapi ternyata sebenarnya yang bertugas mendidik anak adalah seorang ayah. Setiap ayah mempunyai tugas mendidik anaknya, dibantu dengan ibunya. terus kenapa setiap acar parenting pasti akan didominasi kaum hawa disetiap sesi? inilah PR kita. kaum bapak harus mulai menyeimbangi semangat ibu untuk belajar ilmu parenting agar mendapat kesepakatan dan kekompakan mendidik buah hati.
Konsep Parenting Ala The Model:
Konsep tuning
Konsep tuning diambil dari konsep dunia robot. merupakan konsep dasar mendidik anak. dari konsep ini diawalai dari pertanyaan bagaimana sebuah robot bisa berperilaku seperti manusia, tetapi bukan dikendalikan dengan remot kontrol, melainkan dari kecerdasan yang disetting ke dalam "otak" robot dalam bentuk "kata kunci" yang harus di setel atau di tuning.
nah dari konsep robot itulah dapat diterapkan pada kehidupan anak kita dimana sejak lahir masih polos, bagaimana kita mencoretnyadengan kata kunci itulah kemudian kita sebut dengan men-tuning anak.
Setting / Tuning kata kunci itulah yang menjadi rahasia kecerdasan dan kepribadian anak kita.
Terapkan kepada anak kita konsep MODEL DIRI, yang akan menentukan kecerdasa manusai ( cerdas intektual, cerdas spiritual, cerdas emosional)
Manusia dibentuk oleh 2 macam hal:
1. Genetik,
2. Lingkungan
Genetik sudah tidak dapat dirubah, sedangkan lingkungan masih dapat dirubah, lingkungan bisa dalam bentuk keluarga, teman, guru, TV, pergaulan sesama anak, masyarakat, negara hingga dunia.
Sekian banyak faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi pembentukan anak kita, maka kita harus lebih waspada dan harus bisa menglahkan lingkungan lain yang pengaruhnya tidak bagus terhadap perkembangan anak kita. Kita harus lebih unggul dibanding lingkungan lain.
Disinilah tantangan tuning kita terhadap anak kita, kita sudah mengetahui berbagai nilai-nilai baik dalam kehidupan tetapi apakah anak nyaman dan mau mengikuti apa yang kita ajarkan/informasikan? apakan anak tidak akan memilih lingkungan lain misal lingkungan temannya yang lebih asyik menurut mereka?
Sehingga bagaimanakah sebaiknya kita Men"tuning" atau Menyetel manusia?
Teknik tuning ada 4:
1. High emotional/Intensity
2. Autority /otoritas dari orangtua
3. Repetition / berulang-ulang selama bertahun-tahun
4. Learning & Knowledge
- High Emotional: maaf untuk penjelasan ini kebetulan saya menggalkan kelas karena bawa balita yang mulai bosan dengan aktifitas "duduk medengarkan" ini
- Autority : Otoritas dari orangtua, guru, guru mengaji dan lingkungan yang baik akan sangat berperan dalam pembentukan anak. hanya kita harus memastikan bahwa gurunya anak-anak memang "sebaik" kita atau lebih baik dari kita, jangan sampai guru dan orang dewasa lainnya yang memiliki posisi istimewa ini kualitas mendidiknya jauh di bawah kita. pastikan guru-guru yang diberikan otoritas memang kualitas mendidiknya setimpal dan senada dengan kita.
- Repetition/pengulangan yang bertahun-tahun:
misalnya: dibiasakan anak sejak dini sholat di masjid bersama orangtua,
termasuk sholat subuh, meski anak masih dalam keadaan tidur dan ke
masjid di gendong, selama orangtua sholat di masjid anak masih tidur,
kemudian pulang di gendong lagi hingga di rumah masih tertidur. Meskipun
anak selama perjalanan berangkat ke masjid hingga pulang lagi kerumah
tetap dalam keadaan tidur tetapi alam bawah sadarnya akan membetuk
memory aktifitas subuh di masjid. Konsisten berulang - ulang bertahun-
tahun ini akan membentuk anak menjadi anak yang setiap mendengar adzan
langsung bergegas ke masjid untuk ikut sholat berjamaah.
- Larning dan Knowledge: maaf yang ini juga sedang tidak konsen mengikuti materi di kelas. bisa diartikan ilmu yang kita pakai untuk mendidik harus berdasarkan sumber yang jelas dan kuat kebenarannya
nah, dunia anak kita masing-masing mempunyai atmosfer yang mengelilingi mereka, atmosfer itu dari yang paling dekat hingga paling jauh adalah: keluarga, mayarakat/komunitas, negara dan dunia.
Keluarga: atmosfer ini yang paling kuat membentuk anak, sehingga paling harus bisa memberikan Tuning yang baik buat anak.
Komunitas: Misalnya di Jogja, anak-anak remaja SMP/SMA mempunyi kebiasaan keluar rumah habis isya' hingga tengah malam bahkan sampai subuh baru pulang hanya untuk nongkrong di pinggir jalan. hal ini memicu tindakan klitih yang dapat mempengaruhi sangat buruk terhadap pembentukan pribadi anak.
Negara: dengan Undang- undang yang diberlakukan, misalnya UU tentang kebebasan pers yang akan membiarkan penyiaran acara-acara televisi yang mungkin kurang berpengaruh baik terhadap anak kita.
Dunia: atmosfer ini diwakili hanya dengan sebuah "GADGET". Dari satu benda kecil yang mampu digenggam sebelah tangan inilah pengaruh dunia dapat mendominasi anak kita jika sejak kecil terbiasa mengoperasikan gadget ini. memang ada pengaruh positifnya namun percayalah bahwa pengaruh positif atau manfaatnya sangat kecil dibanding mudhorotnya. Tidak apa jika anak kita dianggap jadul atau kuno atau gaptek hanya karena tidka punya GADGET. tetapi kita bisa menyelamatkan pribadinya kelak menjadi seorang dewasa yang sukses bahagia dan kontributif membangun peradaban.
Dari sebuah buku psikiatri: bahwa anak-anak yang sakit kejiwaan baynak yang dipengaruhi oleh sebuah gadget. Gadget sangat kuat pengaruhnya ke otak yang akan merusak bagian otak yang mengatur nilai-nilai sosial. Anak yang kecanduan GADGET akan mudahmenjadi anak yang temperamental, egois, mudah melampiaskan rasa kesal dan marah, pornografi, pornoaksi, dll.
Tuning yang paling kuat/efektif: Keteladanan
Allah menganugerahi kesempatan pertama kepada kita untuk men"Tuning" anak kita, karena kita diberiNya yang namanya Autoritas, maka manfaatkan sebaik-baiknya dengan cara menjadikan kita teldan yang baik bagi anak kita.
Pada ilmu bahwa kreasi itu selalu dibentuk 2x:
Pertama; kreasi dalam pikiran daam bentuk rencana/design
Kedua: keasi saat action
Untuk segala sesuatu yang berharga dan penting bagi kita, maka kita akan serius dan benar-benar mempersiapkan kreasi yang pertama/tahap design/planning, untuk memperkuat thaap berikutnya pada saat action.
misal kita akan bisnis, nah jika kita anggap bisnis kita itu penting maka kita akan membuat bisnis plan yang kuat dan jelas agar bisnis kita sukses.
Pertanyaannya< seberapa penting dan berhargakah anak kita?
Prinsip pembentukan:
1. Islam
2. Sunatullah
Visi:
1. Akhirat,
2. Dunia
Karakter:
1. Pribadi
2. Masyarakat
Tanggungjawab:
1. Pribadi
2. Peradaban
Kenapa design nya harus seperti itu? karena kita adalah umat yang terbaik
Dan yang terbaik adalah: Umat Islam yang paling berfaedah bagi yang lainnya.
Era Kegagalan:
Kapitlaisme: atmosfer kehidupan, sudah penuh ketidakbahagiaan dan krisis multidimensi
Bila tolak ukur sukses adalah: Harta, Tahta dan Cinta, maka banyak penelitian di Eropa yang menghubungkan kesuksesan dengan kebahagian, menghasilkan angka penelitian bahwa banyak orang sukse tetapi menderita/tidak bahagia.
Karena apa? karena konsep kebahagiaan hanya ada pada Islam
Ilmu Islam lah yang membahas dan mengajarkan kebahagian, sedangkan ilmu lain kontennya hanya masalah.
Aturan Islam yang paling membahagiakan, tetapi jika kita berjalan tidak mengikuti aturan maka akan selalu menimbulkan masalah.
Oleh karena itu, Iman merupakan Kunci Kebahagiaan
Bentuk Anak kita menjadi Pribadi Sukses, Bahagia, dan kontributif Membangun Peradaban.
Wassalam,
Eka Wahyuni
Jumat, 28 Juli 2017
Senin, 17 Juli 2017
SUKSESKAN KAMPANYE IMUNISASI MR DUKUNG INDONESIA BEBAS CONGENITAL RUBELLA SYNDROME TAHUN 2020
Sebenarnya apa sih kampanye Imunisasi MR itu? apa yang mendasari diadakan kampanye ini?
Kampanye Imunisasi MR merupakan kegiatan imunisasi MR (Measles & Rubella) secara massal / serentak yang diprogramkan oleh pemerintah dengan tujuan untuk memperoleh kekebalan massal terhadap kasus penyakit Measles /Campak dan Rubella / Campak Jerman. Kampanye ini lebih dititikberatkan pada perlindungan terhadap kesehatan ibu hamil yang rentan tertular penyakit tersebut pada trimester I sehingga komplikasi terhadap janin berupa kelainan bawaan / kongenital bahkan keguguran dapat dihindari. Kelainan bawaan pada janin yang dilahirkan dari ibu hamil yang terinfeksi tersebut kemudian dikenal dengan Congenital Rubella Syndrome (CRS). Angka CRS masih tinggi di Indonesia, sehingga program pemerintah dalam meraih Indonesia Bebas Congenital Rubella Syndrome Tahun 2020 harus kita support bersama dalam suksesnya program Kampanye Imunisasi MR.
Apa dasar Hukum Atas Dicanangkannya Program Kampanye Imunisasi MR Ini?
Kampanye Imunisasi MR merupakan kegiatan imunisasi MR (Measles & Rubella) secara massal / serentak yang diprogramkan oleh pemerintah dengan tujuan untuk memperoleh kekebalan massal terhadap kasus penyakit Measles /Campak dan Rubella / Campak Jerman. Kampanye ini lebih dititikberatkan pada perlindungan terhadap kesehatan ibu hamil yang rentan tertular penyakit tersebut pada trimester I sehingga komplikasi terhadap janin berupa kelainan bawaan / kongenital bahkan keguguran dapat dihindari. Kelainan bawaan pada janin yang dilahirkan dari ibu hamil yang terinfeksi tersebut kemudian dikenal dengan Congenital Rubella Syndrome (CRS). Angka CRS masih tinggi di Indonesia, sehingga program pemerintah dalam meraih Indonesia Bebas Congenital Rubella Syndrome Tahun 2020 harus kita support bersama dalam suksesnya program Kampanye Imunisasi MR.
Apa dasar Hukum Atas Dicanangkannya Program Kampanye Imunisasi MR Ini?
Pemerintah melalui peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu UU kesehatan No. 36 Tahun 2009:
- Setiap anak berhak memperoleh imunisasi dasar sesuai dengan ketentuan untuk mencegah terjadinya penyakit yang dapat dihindari melalui imunisasi.
- Pemeritah wajib memberikan imunisasi lengkap kepada setiap bayi dan anak.
Adanya peningkatan kasus Congenital Rubella Syndrome (CRS) di Indonesia begitu memprihatinkan. Kesedihan orangtua yang anaknya terkena CRS dapat kita rasakan dan sudah sepantasnya kita ikut berempati terhadap hal tersebut.
Berbagai macam faktor yang menyebabkan peningkatan kasus lahirnya bayi dengan syndroma ini. Peran pemerintah terhadap melindungi warga nya terhadap penyakit salah satunya adalah dengan dibentuknya program kampanye imunisasi MR pada bulan Agustus - September 2017 besok.
Sebelum lebih jauh membahas mengenai Kampanye imunisasi MR, kita akan bahas dulu apa itu MR.
MR merupakan kependekan dari Measles dan Rubella. Measles merupakan penyakit campak yang masih tinggi kasusnya di Indonesia. Sedangkan rubella / Campak Jerman merupakan jenis penyakit infeksi yang hampir sama dengan campak tetapi mempunyai gejala lebih ringan dari campak.
Infeksi campak yang tidak ditatalaksana dengan optimal dapat menyebabkan komplikasi penyakit lain seperti: Radang paru-paru, radang otak, diare berat, dll. Prevalensi terjadinya kasus Measles maupun Rubella banyak terjadi pada usia anak hingga remaja. Infeksi Measles dan Rubella pada anak sifatnya ringan dan dapat sembuh total dengan meninggalkan status imunitas terhadap penderitanya hingga seumur hidup. Sehingga anak yang sudah pernah terkena akan terlindungi hingga seumur hidup terhadap penularan penyakit tersebut. Infeksi Measles dan Rubella tidak ada obatnya, tetapi dapat dicegah dengan pemberian vaksin imunisasi.
Beda dengan kasus pada anak yang sifatnya ringan, infeksi Measles dan rubella pada ibu hamil terutama pada trimester I ( 0-12 minggu umur kehamilan) akan berakibat sangat fatal. Hal ini dikarenakan pada trimester awal tersebut terjadi proses pembentukan organ janin di dalam rahim ibu hamil. Infeksi ini akan mengganggu proses pembentukan organ sehingga janin yang dilahirkan akan beresiko cacat seperti: katarak yang akan menyebabkan kebutaan, tuli, kelainan jantung bawaan, pengerasa otak, kelainan paru-paru, diabetes melitus type I karena pembentukan organ pankreas tidak sempurna, keterlambatan perkembangan, bahkan dapat juga menyebabkan kematian dalam kandungan / abortus (keguguran).
Atas berbagai pertimbangan tersebut pemerintah membentuk program Kampanye Imunisasi MR yang dilaksanakan serentak pada bulan Agustus - September 2017 untuk area Jawa dan pada tahun 2018 untuk area luar Jawa. Dipilih program imunisasi vaksin karena hal ini yang merupakan upaya kesehatan yang paling cost efektif.
Kapan dilaksanakan kampanye imunisasi MR?
Kampanye MR dilaksanakan serentak pada bulan Agustus dan September 2017 di area Jawa.
Siapa saja yang mendapat Kampanye Imunisasi MR?
Semua anak umur 9 bulan hingga <15 tahun, tanpa memandang status imunisasi sebelumnya. Artinya apakah anak sudah atau belum mendapatkan imunisasi sejenis sebelumnya semuanya berhak mendapat kampanye imunisasi MR ini.
Kenapa pada usia tersebut? karena Vaksin MR sangat ideal diberikan pada anak dan remaja sebelum masuk usia reproduksi.
Tidak takut overdosis vaksin?
Pada kasus imunisasi / vaksinasi hanya dikenal dosis minimal yang efektif untuk pembentukan antibodi, yaitu 0.5 cc vaksin MR. Vaksin tidak ada dosis maksimal, oleh karena itu tidak ada kasus overdosis pada pemberian vaksin.
Bagaimana untuk bayi umur 9 bulan yang dijadwalkan pemberian vkasin campak pada bulan tersebut?
- Pada bayi umur 9 bulan yang dijadwalkan imunisasi campak pada bulan tersebut sebaiknya dikoordinasikan dengan petugas kesehatan yang menangani imunisasi, bila umur 9 bulan jatuh pada bulan kampanye imunisasi MR maka dahulukan dosis imunisasi kampanye, baru 4 minggu setelahnya diimunisasi dasar (campak yang diganti dengan vaksin MR).
- Bagi bayi umur 9 bulan yang baru saja mendapat vaksin campak harus dijeda 4 minggu setelahnya baru mendapat kampanye imunisasi MR.
- Setelah kampanye imunisasi MR, untuk selanjutnya pemberian MR dirutinkan sebagai pengganti imunisasi campak yang dihilangkan, (tidak ada lagi imunisasi campak pada bayi umur 9 bulan).
Dimana dapat memperoleh imunisasi MR ini?
Usia Balita dan belum sekolah: dilaksanakan di posyandu setempat, di Puskesmas, atau di fasilitas kesehatan lainnya.
Usia Balita yang sudah sekolah- usia 15 tahun: Di sekolahan-sekolahan (SMP, SD, TK, Paud/Playgroup)
Usia sekolah tetapi tidak sekolah dan usia 15 tahun yang sudah masuk SMA bisa berkoordinasi dengan kader setempat, biasanya diarahkan ke Puskesmas setempat.
Haruskah semua anak direntang usia tersebut imunisasi kampanye MR ini?
Ya, kampanye imunisasi MR ini sifatnya WAJIB. Tujuannya untuk memutus rantai penularan Measles Rubella di Indonesia, sehingga pelaksanaannya harus serentak. Dengan demikian target Indonesia bebas Congenital Rubella Syndrome dapat tercapai.
Bagaimana bila ada warga yang menolak dilakukan Imunisasi MR ini?
Bagi warga yang menolak ada kebijakan untuk dilaporkan oleh tenaga kesehatan ke pemerintah setempat melalui dinas kesehatan untuk dilakukan pendekatan selanjutnya demi kepentingan bersama.
Hukum vaksinnya HALAL kah?
Komponen Vaksin MR ini terdiri dari 2 vaksin hidup, yaitu Measles dan Rubella
1. Vaksin Measles dibiakkan dalam embrio ayam
2. Vaksin Rubella dibiakkan dalam sel punca manusia
dalam prosesnya tidak melibatkan bahan yang sifatnya tidak halal
Apakah ada pengulangan vaksin setelahnya?
Tidak ada, kampanye vaksin hanya diprogramkan 1x, tidak ada pengulangan dan vaksin tidak diperjualbelikan.
Berapa target Kampanye imunisasi MR?
di area Pulau Jawa ada sekitar 900.000 anak yang akan menerima kampanye imunisasi MR yang tersebar di seluruh pulau Jawa.
Adakah efek samping dari vaksin MR?
efek samping jika muncul (sangat jarang) seperti campak tetapi ringan, berupa demam pada hari ke 4-10 pasca penyuntikan. Perlu diperhatikan bahwa, PARACETAMOL BOLEH DIBERIKAN BILA DEMAM > 38 C.
Amankah imunisasi MR ini?
mungkin sudah banyak yang mengenal vaksin MMR sebelum ini? nah vaksin MR ini kualitasnya sebaik vaksin MMR yang harganya sangat mahal dan sukar dijangkau oleh masyarakat yang ekonomi menengah ke bawah. Yang membedakannya pada vaksin MR tidak terdapat komponen "M" satunya lagi yaitu "Mumps", selain harganya yang sangat mahal, kasus Mumps juga resikonya sangat kecil dibanding dengan Measles dan rubella, dan Mumps dapat sembuh dengan sendirinya.
Jaminan Pemerintah terhadap keamanan pemberian vaksin ini difasilititasi dengan:
1. Tenaga kesehatan yang ditugasi sudah terlatih
2. Vaksin yang disediakan dijamin berkualitas baik
3. Vaksin gratis dari pemerintah
4. Vaksin tidak diperjualbelikan
Adakah kontra Indikasi terhadap pemberian Imunisasi/ Vaksin MR ini?
Ada, yaitu pada anak dengan:
1. Syndroma nefrotik dengan pemberian obat steroid lebih dari 2 minggu
2. Keganasan / proses tumor / cancer
3. Kelainan fungsi koagulasi / penjendalan darah
4. Gizi Buruk
Demikian informasi ini, demikian pentingnya program pemerintah ini untuk masa depan anak cucu kita yang sehat dan berkualitas, dihimbau untuk mensukseskan program kampanye imunisasi MR ini, mohon bagi bunda-bunda untuk membantu mensuport anak-anak kita.
bagi bunda-bunda yang memiliki buah hati dalam rentang usia tersebut diatas dan belum terakses dengan fasilitas Program kampanye imunisasi MR ini segera berkoordinasi dengan kader setempat atau fasilitas kesehatan setempat.
YUK! DUKUNG INDONESIA BEBAS CONGENITAL RUBELLA SYNDROME TAHUN 2020
DENGAN KITA SUKSESKAN KAMPANYE IMUNISASI MR
AGUSTUS - SEPTEMBER 2017 ( UNTUK PULAU JAWA)
TAHUN 2018 (UNTUK LUAR PULAU JAWA)
*terimakasih sudah berkunjung ke blog kami, semoga bermanfaat*
boleh di share jika menurut Anda tulisan ini bermanfaat.
boleh di share jika menurut Anda tulisan ini bermanfaat.
Salam Sehat,
Langganan:
Komentar (Atom)
MAMAHKE JOGJA MENAMBAH MANIS JOGJA YANG MEMANG MANIS
MamahKe Jogja Menambah Manis Jogja Yang Sesungguhnya Berhati Nyaman. Belakangan ini sedang marak kue ala artis. Kue - kue tersebut bi...
-
Lebaran sangat erat dengan pergi tamasya dan keliling kota mengunjungi sanak family. Tahun ini lebaran kita habiskan di Kroya Ci...
-
🍒Tips Mudik Sehat🍒 Bahas mengenai lebaran sangat lekat dengan satu kata ini, mudik. Mudik diartikan kembali ke kampung halaman dari t...
-
Matahari tetap terasa panas, angin tetap berhembus tak peduli, semua berjalan seolah tak ada apapun yang berubah. kecuali satu, dalam hati i...


