Sabtu, 13 Mei 2017

ARTI HIDUP YANG SEBENARNYA - DAN JIKA AJAL SEWAKTU-WAKTU MENGHAMPIRI



ARTI HIDUP
Sekarang aku baru tahu apa arti hidup sesungguhnya, hidup merupakan kesempatan satu-satunya. Kesempatan untuk apa? Kesempatan untuk beribadah, kesempatan untuk berinteraksi dengan sesama manusia, dengan keluarga, dengan orangtua, dengan pasangan, dengan anak, dengan sahabat-sahabat. Tak akan ada kesempatan kedua.
Jika kita masih merasakan hidup, masih merasakan semua hal, masih bernafas leluasa, maka itulah kesempatan satu-satunya kita di dunia ini. Manfaatkanlah sebaik mungkin, peluklah yang masih bisa dipeluk, berbaktilah kepada orangtua selama masih bisa merasakan keberadaannya, sayangilah dan lembutilah perbuatan kita terhadap semua, kepada pasangan, kepada anak, kepada saudara, kepada semua orang yang kita temui.
Maut tidak akan mengetuk, maut datang semaunya, seperintahnya Allah SWT. Semua akan berubah, semua akan berbeda. Dalam hitungan detik. Semakin lama semakin terasa berubahnya. Dan kenangan tidak akan mudah terlupa, kekuatan yang sangat besar sangat dibutuhkan untuk menghadapi perubahan drastis ini. Air mata yang mengalir tidak bisa serta merta mengembalikan semua punya kita. Jika kita menganggap bahwa itu punya kita, tapi nyatanya adalah itu pinjaman dari Allah, Allah yang meminjami kita ibu dan Allah lah yang berhak meminta kapan saja Allah berkehendak. Umur sudah ditentukan Allah, sampai kapan, sampai dimana dan rejeki sampai batas apa semuanya sudah ditetapkan olehNya.
Jika ingin ingkar, semua akan sah-sah saja diandai-andai, tapi apa yang bisa diingkari, semua ketetapan mutlak adanya. Tak mungkin Allah salah menghitung jatah umur manusia. Tak mungkin Allah salah sasaran mencabut nyawa hambaNya. Tak mungkin juga ajal seseorang bisa diajukan atau dimundurkan bahkan 1 detik pun. Semua ketetapan sudahlah ketetapan. Tak ada yang bisa dikendalikan oleh manusia. Apapun kondisinya, apapun keadaannya, apapun ceritanya. Cerita manusia hanya indah di dongeng saja, cerita Allah lebih sempurna.
Allah…perkenankan hamba menjadi anak sholehah bagi mama hamba. Perkenankan doa-doa hamba sampai kepada mama di sana, di sisi Mu Ya Allah..berikanlah syafa’at  bagi mama. Karuniakan lah rahmat dan keselamatan bagi mama hamba, tempatkanlah mama hamba di syurga firdaus yang paling tinggi bersama nabi besar Muhammad SAW. Terangilah dan lapangkanlah tempat ia sekarang.
Allah ku…perkenankan hamba melanjutkan perjuangannya…perkenankan hamba melanjutkan mimpinya...dengan hanya mengharap ridlo Mu Ya Allah...bismillah semua dengan tujuan akhirat dan menyempurnakan mengemban tugas kehambaan untuk mengabdi hanya kepadaMu Ya Allah..
Kamar depan, Siliran Lor no 05
19.11 WIB

Rabu, 10 Mei 2017

#MemesonaItu Kompak Dengan Mama Hingga Tak Terpisahkan Oleh Keterbatasan Usia Di Dunia


<a href="http://www.pesonavitalis.com/memesonaitu" rel="nofollow"><img src="http://www.pesonavitalis.com/memesonaitu/assets/imgs/memesona/320x250.gif" style="width: 320px;" alt="#MemesonaItu"></a>

Selalu kangen bercengkrama meski setiap hari bersua. Hari itu Sabtu 28 April 2017, bertepatan dengan H-28 hadirnya bulan Ramadhan tahun ini. Bulan dimana banyak sekali yang merindukan, tidak terkecuali buatku dan buat mama serta keluarga lainnya. Hari itu juga bertepatan dengan perayaan ulang tahun Angkatan Udara Republik Indonesia, dalam bentuk acara Jogja Airshow di alun-alun utara Jogja. 

Seperti biasa, mama adalah orang yang selalu bersemangat, aktif ikut acara apapun selama itu masih positif dan bisa diambil manfaatnya untuk mengisi waktu di hari tuanya. Usianya waktu itu 55tahun lebih beberapa bulan. Versinya mama mengikuti acara itu dengan nonton atraksi terjun payung, yang diikuti oleh penerjun payung dari beberapa negara, serta atraksi pesawat di atas alun-alun yang sempat membuat jedag jedug jantung berdegup kencang karena menegangkan. Bukan mama dong kalau caranya menikmati acara itu secara biasa-biasa. Ibarat kata, beliau sambil menyelam minum air, sambil menonton sambil tangan utak-atik melayani pembeli es degan syrup cocopandan andalannya. Iya, mama ikut berjualan es degan di acara itu sama bapak. 

Saya yang hari itu kebetulan pulang awal dari rumah sakit, jam 13.00 langsung melaju ke alun-alun untuk mendampingi mama berjualan es degan sambil berceloteh macam-macam, menceritakan tingkah laku Abiyyu (anak saya yang nomor 2, usia mau 5tahun pada 15 Mei 2017 nanti) yang sedari pagi "bantuin" utinya jualan es degan. Kata mama Abiyyu sempat minta mainan pesawat-pesawatan yang harganya 10ribu, tapi caranya itu yang sempat membuat mama terbata-bata menceritakannya karena saking terharunya. Abiyyu awalnya nanya ke atungnya "Attuung, rame ya (jualan es nya)?, atung jawab " iya..alhamdulillah rame Biyyu. Terus diam sejenak sambil liatin pesawat yang ada di lapak sebelah es degan. "Utii, rame ya ti??" Lanjutnya sambil menengadah, mata polosnya memandang uti yang waktu itu berdiri. "Iya Biyyu, alhamdulillah rame" jawab uti sambil senyum, pikiran mama menangkap sesuatu maksud yang mau diutarakan Abiyyu selanjutnya. "Tii, boleh nggak kalau Abiyyu minta pesawat itu?" Jarinya menunjuk mainan pesawat yang melayang-layang terikat di lapak sebelah diikuti dagunya sambil menunjuk ke arah yang sama. "Boleeh Biyyuu..boleh..yuuk" sambil menunduk mama mulai bergetar suaranya merespon permintaan cucunya yang santunnya diluar dugaan mama. Abiyyu dengan girang dan matanya yang polos membelalak hampir tidak percaya "beneerrr utiii?? Utiii baiiiikkk bangett" teriaknya sambil kedua tangannya memeluk pahanya mama yang sedang berdiri.mama tak kuasa menahan titik bening yang menerobos sudut matanya. dipeluknya kuat Abiyyu kemudian dituntun ke penjual mainan pesawat di sebelah. Abiyyu girang bukan kepalang sambil terus mengucapkan terimakasih sama utinya.

Akhirnya di sela-sela jualan es bapak sambil menemani Abiyyu main pesawat. Tiba-tiba pembeli rame berdatangan, sesaat Abiyyu tidak terpantau dan tinggal pesawat mainannya tergeletak begitu saja di tepi meja es. Mama panik, bapak bingung. Abiyyu hilang. Lihat pintu masuk alun-alun sebelah utara gerombolan kirab sudah mulai masuk alun-alun berduyun-duyun. Tak peduli lagi dengan es degannya, bapak lari ke arah selatan dan mama lari ke arah utara untuk mencari Abiyyu. Panik. Bingung. Selang beberapa menit kemudian bapak lihat mama sudah menggandeng tangan Abiyyu dari arah utara. Abiyyu ketemu di stand pameran senjata-senjata dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Sejenak mama dan bapak menenangkan diri dan tidak mengalihkan pandangan sedetikpun dari posisi Abiyyu yang lari sana lari sini. Anak yang sangat aktif, tapi kadang masih lupa pamitan kalau mau pergi. Mama melanjutkan makan kue yang  saya bawa sepulang dari RS, sedang bapak lahap makan nasi kotak yang saya bawakan juga. 

Adzan ashar berkumandang, para penerjun payung sudah mulai turun dengan elegan disambut teriakan histeris penontonnya yang gemas lihat atraksi selama di udara. Menyempatkan beberapa kali Abiyyu foto bersama penerjun payung menggunakan Hp mama. Mama terlihat senang, semangat, bangga dengan kepolosan dan kelucuan Abiyyu yang seharian sudah menemaninya nonton Jogja Airshow sambil jualan es degan. Alhamdulillah acara selesai. Diumumkan bahwa besok paginya masih ada acara senam bersama di tempat itu jam 06.00 WIB. Sambil berjalan menyusuri alun-alun sempet janjian sama mama besok pagi ikut acara senamnya. Mama setuju. Saya minta mama menginap dirumah saya saja biar lebih dekat, mamapun setuju. Kita pulang setelah pembawa acara selesai membagi-bagikan doorprize kepada para peserta kirab. 

Sesampainya dirumah saya baru ingat selama acara tadi nggak sempat foto bareng mama di lapak dadakan kita. Mama menimpali "ah buat apa..." aku jawab dengan genit "yaa buat kenang-kenanganlah ma, buat sejarah perjalanan hidup kita, buat saksi sejarah perjuangan kita" mama hanya senyum tipis, maniiss sekali. Selanjutnya kita rutinitas sore seperti biasa, ada yang sholat ashar, ada yang mandi, ada yang nyetrika. Saya sendiri menjaitkan celana hitam bapak yang mau dipakai acara doa bersama di SMP 5 Jogja, yang kebetulan robek pas di tengah-tengah sambungan celana bagian kanan dan kiri, lumayan panjang pikir saya. Mama melihat sambil keheranan "kok nggak dijahit pake mesin aja mbak" tanyanya, "nggak lah ma, kelamaan persiapannya, manual aja" jawab saya. "Nanti karatan loh mesinnya kalau nggak di pakai-pakai" lanjut mama. "Iya ma, bentar lagi kan kita pakai terus buat produksi jilbab dan busana muslim" timpalku kemudian. Iya, kami punya rencana besar beberapa bulan ke depan, yaitu launching bisnis baru, bisnis busana muslim bareng mama nih hehe..

Adzan magrib berkumandang, mama sudah rapih jali, pamitan mau pulang saja nanti sehabis acara doa bersama jelang UNAS SMP bersama adik bungsu yang mau ujian dan bapak. "Nggak jadi nginap ya mbak, besok pagi habis subuh aja kesininya buat senam" koreksinya. "Loh nggak jadi nginap?" Tanya saya sambil tiduran menyusui si baby kecil adiknya Abiyyu. Hanya bisa menoleh ke mama sedikit dan sempat kulihat mama menggeleng sambil menjawab "nggak, lha nela uda pada ngantuk di rumah (Bantul), udah ya, mama berangkat, udah dilanjutin aja nenenin aishya" sambungnya sambil berpamitan mama keluar kamar. "Yo wes ati-ati ya Ma" pesen saya sambil mengikuti bayangan mama menghilang di balik pintu kamar yang di tutupnya. Ngantuk sekali, saya pun melanjutkan tidur. Ahh besok pagi bangun lebih awal mau senam bareng mama. Pulas.

Hingga tiba-tiba ada yang menggedor jendela kamar dengan panik. Ternyata anjar, adek saya nomor empat. "Mbak mama di rumah sakit, mama nggak sadar, bapak uda telpon dan sms ke mbak tapi gak berhasil". Benar saja buru-buru ku cek di Hp yang agak jauh tergeletak di lantai. Sudah 1 jam yang lalu sms dan miskolan itu masuk. Saya panik, segera kusuruh adiku itu ke RS duluan agar mendampingi bapak yang pasti sedang bingung dan panik. Sementara saya gendong bayi dan siap-siap menuju RS. Sepanjang jalan serasa mimpi, melayang, mengantuk, kaget, tidak percaya. Mama, bukankah besok mau senam bersamaku? Bukankah tadi semangat sekali? Tidak ada riwayat sakit kronis, ini mimpi??sambil kucubit pipiku sendiri berharap kaget dan terbangun dari tidur. Ternyata sakit cubitan itu dan ternyata memang sekarang aku sedang membonceng motor sambil menggendong aishya di belakang suamiku. Aku menuju RS. Sambil terus berdzikir sama Allah. Kuserahkan semua atasNya. Dia-lah yang maha mengatur segala yang terbaik bagi seluruh makhlukNya. 

Mama sedang di scanning sewaktu aku sampai. Tak sabar kususul mama ke bagian scanning, tak berapa lama hasil scanning keluar. Masih dengan wajah bingung antara cemas dan berharap, bapak tak sabar ingin segera tahu hasilnya. "Maaf mbak minta ijin untuk foto hasil scanning ya" ijin saya ke perawat jaga. "Nanti ya mbak nunggu dokternya dulu. "Iya mbak saya tunggu, tapi saya dokter juga mbak" saya masih ngeyel ingin segera tahu hasilnya. Perawatnya langsung menjawab "oh iyaa, silahkan dok kalau mau difoto dulu". Tak sia-siakan waktu langsung kupasang basahan scan itu, dan "subhanallahh" pekikku dalam hati "ini perdarahan otak luas sekali". Sambil menenangkan diriku sendiri aku mencoba menjelaskan ke bapak "InsyaAllah pak, meski harapan hanya sekecil 1% tetap akan kita perjuangkan, kekuatan doa mampu mengalahkan obat terbaik apapun di dunia ini" jelasku ke bapak. Secercah harapan muncul di mata bapak, sejenak berbinar, namun kemudian surut lagi begitu melihat mama tak berdaya. Kulihat bibir bapak tak berhenti panjatkan doa. Mama diam tak berkutik, baju sudah berganti baju pasien, jilbab besar sudah dilepas tinggal dalaman jilbab yang kupinta ijin jangan sampai ikut dilepas agar dalam keadaan apapun mama masih tertutup auratnya, dan selama tidak menggangu fungsi nafas itu masih diperbolehkan. Alhamdulillah mama, masih bisa melindungi auratmu selama tanganmu tak mampu menutupi, bahkan untuk membuka mata pun tak mampu. Dokter menjelaskan bahwa karena kondisi klinis tidak yang memungkinkan operasi maka untuk perawatanpun hanya bersifat paliatif di bangsal biasa,tidak perlu di ruang ICU. Ku pinta untuk perawatan mama agar dipindah di RS tempatku bekerja agar bisa kupantau sendiri dengan maksimal. Tak butuh koordinasi lama akhirnya aku berhasil memesan bed di ruang VIP di RS tempatku bekerja. kami langsung bertolak ke RS tempatku bekerja. 

Hari ke dua perawatan mama menunjukkan kemajuan yang berarti, tangan bergerak-gerak membenahi selimut, memegang tangan bapak kuat sambil mijitin tangan bapak setiap bapak berdoa, setiap bapak ngobrol menguatkan mama, dan mengajari mama ikhlas menjalani nikmat sakit ini. Sesekali tangan mama ke arah wajahnya hendak melepas selang yang terpasang di hidung. Bapak dengan cekatan menghalaunya dan menenangkan mama kembali dengan kalimat-kalimat penuh cinta. Setiap kali kulihat bapak mencium kening mama dan memegang erat tangan mama, mama pun membalas genggaman erat itu. Bapak mulai ceria, semangat dan yakin mama makin membaik. 

Hari ke tiga, 02 Mei 2017, di kamar mama dirawat anak-anak sudah mulai sibuk, si bungsu persiapan UNAS SMP hari pertama, kakaknya mau wisuda kelulusan SMA, aku dan bapak seperti biasa, tidak beranjak dari sebelah mama, berdoa, membacakan al-Quran dan sesekali ngajak ngobrol mama. Mama masih juga belum membuka mata. Tapi kami yakin semua ucapan kami masih mampu di dengar mama. Pesan kami sampai ke mama. Semua berjalan stabil. Monitor tanda vital stabil. Mama tidur pulas dan tenang, adek sudah berangkat ujian dan kakaknya wisuda kelulusan SMA. Bapak pamit mau sholat dhuha di serambi. Aku masih setia menunggui mama, tak pernah bosan membisikkan kalimat thoyibah di telinga mama, menuntun mama bersahadat. Hatiku damai tenang, ini hari ke 3 mama sakit. Bismillah kalau Allah masih beri kesempatan berkumpul keajaiban itu akan muncul dari Allah. Mama masih tidur pulas, beberapa kali kulirik monitor alhamdulillah makin stabil. Jam 10.00 lebih, kulihat monitor angka oksigen jaringan naik turun, stabil lagi. Beberapa kali seperti itu. Tiba-tiba angka itu turun, turun dan terus menerus Mulai panik kulihat dada mama dan kuelus sambil menyemangati mama " ayo mamaa..ayoo maaa nafas ma nafaass..." pekikku diteinga mama sambil terus menuntun sahadat ke mama. Bapak yang baru selesai sholat segera menghambur ke mama. Aku panggil bantuan emergency, bapak doain di telinga kanan, ku bersihkan lendir-lendir di saluran pernapasan mama dengan alat yang diambilkan perawat. Dada mama masih datar diam, tidak naik turun, mama tidak bernafas. Segera kuraih pompa bantu nafas, kupompa untuk membantu nafas mama. Tim codeblue (tim penanganan emergency) mengambil alih pompa nafas. Aku raih lagi alat suction untuk membersihkan lendir. Kerjasama yang bagus, monitor oksigen jaringan mampu tembus 100% lagi. Alhamdulillah. Berhasil. Tapi mama belum juga nafas spontan. Harus dibantu pompa nafas terus. Detak jantung stabil, nadi stabil, semua bagus. Maafkan mama, terpaksa harus dipasang pipa pernafasan, harus disambung ke mesin alat bantu nafas(ventilator) dan harus pindah ruang ICU. 

Nunggu ruang ICU siap, selama 1jam sambil terus dipompa, kondisi mama stabil. Pindah ICU sekitar jam 12.45 WIB, pompa diganti mesin, belum juga 2menit drop lagi, mesin dilepas dan dilanjut pompa manual lagi. Kondisi mama semakin drop, oksigen jaringan terus menurun, detak jantung menurun, nadi menurun, nafas dipompa. Bapak terus membimbing syahadat ditelinga kiri mama, aku bimbing syahadat di telinga kanan mama, adek yang baru pulang dari Aceh ikut dampingi mama di bagian kaki. Perawat dan dokter ICU sibuk menolong mama. Akhirnya jam 13.00 dokter anestesi menyatakan meninggal. Mama tak tertolong. Mama dipanggil Allah. Bapak nggak percaya. Bapap pinjam stetoskop ke perawat untuk periksa detak jantung mama. Bapak lemes, bapak nangis, "mamaa selamat jalan, Innalillahi Wainnailaihi Raji'un.Semoga mama husnul khatimah" ucapnya lirih sambil mencium kening dan pipi mama. Semoga Allah tempatkan mama ditempat paling mulia disisiNya, semoga semua amal ibadah diterima dan diampuni semua dosa dan kesalahan selama di dunia, Aamiin. Tak ada airmata. Semua ikhlas. Semua ingin jalan mama lancar dan dimudahkan Allah tanpa adanya airmata.

Seminggu berlalu setelah mama dipanggil olehNya. Adaptasi tanpa mama terasa sangat berat. Sepanjang lorong RS mengingatkan mama. Dua minggu yang lalu baru bercengkrama diruang tunggu itu saat mama mau lepas gips karena tangan kiri patah tulang saat jatuh di depan kamar mandi hendak wudlu. Seminggu pasca lepas gips tangan kiri sudah bisa dipakai untuk bungkus es. Waktu itu mama pamer bahwa latihannya berhasil, target dokter sebulan baru kembali fungsi, tapi mama mau buktikan sebelum sebulan sudah kembali normal. Dan sebulan itu sekarang belum genap mama. Engkau sudah benar-benar sembuh di-Sana, bersama Allah SWT, bersama nabi Muhammad SAW, bersama mbah uti atung dalam keadaan bahagia, bersama semua orang-orang sholeh dan sholeha di sana, InsyaAllah. Biarlah semangatmu kulanjutkan, biarlah mimpimu kuperjuangkan. Tidak akan pernah lekang oleh jaman. Semangatmu beribadah telah kau wariskan. Sambil kudampingi bapak yang paling merasa kehilangan, dan bagi adik-adik biarlah aku lanjutkan peranmu sebagai ibunda mereka. Tak kusangka, ramadhan tahun ini tak bisa berlomba masak denganmu, masak buat buka puasa kita bersama. Bagiku sekarang, #MemesonaItu mampu meneruskan semua semangatmu, melanjutkan perjuanganmu, merealisasikan mimpimu, dan mewarisi semangat ibadahmu menghafalkan alQuran. QS. An-Naba akan menjadi saksi kesungguhanmu mencintai Al Quran. Bahkan Abiyyu setiap saat melantunkan 3 Ayat awal An-Naba, berkat didikanmu Ma, dia hafal. Didikan utinya yang akan selalu terkenang uti yang baik sekali dibenaknya. Biarlah kami sekarang meningkatkan ibadah mengikutimu dan lebih mempersiapkan bekal untuk sewaktu-waktu dipanggilNya menyusulmu. Entah esok, lusa atau kapanpun Allah berkehendak, kita harus selalu siap. Semoga Allah mengumpulkan kita satu keluarga utuh kelak di syurga Nya dalam keadaan bahagia. Hanya satu yang bisa menghubungkan kita, doa-doaku, doa anak-anak sholeh/sholehamu. Semoga aku bisa menjadi anak sholehamu, Aamiin..
Meski berat, aku harus bisa lanjutkan hidup, dampingi bapak dan segera move on agar menyelamatkan keluarga kita dan bisa membanggakanmu selalu di hadapan Allah SWT. 

Mohon ijin mama, bapak aku beliin parfum VITALIS BODY SCENT Glamorous, yang wanginya menenangkan, sweet, lembut dan tidak nyegrak di hidung. InsyaAllah wanginya seperti yang Mama suka. Bismillah bapak sudah mulai semangat lagi berjuang, meski tak akan pernah bisa melupakanmu, justru mama makin kuat di hati. Sumber semangat dan sumber kekuatan dari mama sekarang melekat erat di hati bapak juga dihati anak cucumu yang sholeh/sholeha. Luv u mamaaa...selalu temukan salam sayang kami yang kami titipkan melalui doa-doa kami ke Allah...
Ya Allah...titip mama kami di sisiMu..jagalah ia tetap cantik dan semangat. Sampaikan bahwa kami semua sayang sama Mama.

Jogja, 10 Mei 2017


Minggu, 07 Mei 2017

SEMOGA HUSNUL KHATIMAH MAMA, HANYA SATU YANG MENGIKAT KITA SEKARANG ADALAH DOAKU, DOA ANAK SHOLEHA YANG SAMPAI KE MAMA DISANA

Matahari tetap terasa panas, angin tetap berhembus tak peduli, semua berjalan seolah tak ada apapun yang berubah. kecuali satu, dalam hati ini yang mulai merasa melayang, tidak berani berpijak di kenyataan. tak sendirian memang, tapi semua merasakan hal yang sama, bapak, adek, suami, anak-anak.
aaahhh....mama...
Sabtu itu tanggal 29 April 2017 kita masih berinteraksi, semangatmu terlihat tanpa cela, menceritakan kelucuan Abiyyu yang waktu itu minta mainan pesawat, tapi caranya sempat membuatmu trenyuh. Abiyyu yang baru mau menginjak 5 tahun, pengobat semua kegalauanmu, dengan kelucuannya, dengan kepolosannya. sempat kulihat kebanggaanmu memilikinya sebagai cucu, caranya sangat santun untuk ukuran bocah sekecil itu meminta mainan.
Nonton terjun payung bersama, tapi aku terlalu sibuk gendong Abiyyu agar bisa nonton dengan leluasa. Tak sempat mendampingimu ma, tak sempat mengajakmu berteriak-teriak histeris melihat para penerjun payung yang atraksi. Hp mati, Abiyyu mau ku foto, kupinjam Hp mu ma..tak terpikir memfotomu juga bersama para penerjun hebat itu. mungkin semua terlalu berlebihan, teriak histeris...melihat para penerjun yang seolah mau jatuh terpelating tapi bisa menguasai keadaan.
ahh mamaaa....aku kangeeeeennnnn mamaaa...
seandainya aku tahuu..itu adalah hari terakhirmu mengenaliku, merasakan genggaman tanganku tak usah kuijinkan mama ikut acara doa bersama malam itu, biarlah semua aku dampingi hingga mama tidak merasa takut, hingga mama merasa punya teman, hingga mama minta apapun bisa diberikan.
Maafkan ma, saat dibutuhkan sekali tak ada keluarga yang berada disisimu, seolah semua dialihkan perhatiannya oleh Alloh SWT...yang awalnya mau menginap di rumah tiba-tiba pamit mau pulang saja, yang biasanya setiap acara pasti bersebelahan sama bapak, saat itu tidak bisa ketemu dicari bapak gegara mama turun mendahului bapak sehabis sholat isya. bapak kebingungan, tapi bapak tenang dengan berpikir "nanti kan ketemu". Komunikasi terakhir dengan adik bungsu si Imron, tidak terlihat pusing/sakit sama sekali, hanya semyum dan bertanya "sudah sholat?". Semua terpisah, bahkan bapak pun ketemu setelah mama diantar ke IGD RS, sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri setelah muntah-muntah dan merasa pusing hebat, permintaan mama waktu itu hanya minta diantar ke RS PKU Muhammadiyah oleh para guru, permintaan terakhir itu hanya bisa ku dengar ceritanya oleh guru yang menceritakan saat mama telah tiada. Permintaan terakhir yang belum sempat dikabulkan. mama diantarkan ke RS terdekat dengan pertimbangan para guru agar mama segera tertolong. bapak minta dihubungkan ke aku, sms, telp entah berapa puluh kai tidak terspon, bahkan adik bungsu sampai ke rumah memencet bel 3 x tidak ada jawaban, dikira sedang keluar atau malah sudah menuju RS?? Imron pun kembali ke RS dengan berbagai terkaan di pikirannya. Bapak di RS tidak berdaya apa-apa lagi, hanya bingung dan bingung....sejam berlalu barulah saya kaget digedor jendela oleh adik ku no 4 dan kulihat di Hp SMS dan miskolan sudah banyak.
Ahh...mamaa...maafin akuuu...terlalu pulas tidur sejak mama pamitan berangkat...karena sudah kepikiran besok bangun pagi ketemu mama lagi untuk ikut senam di alun-alun..dan mama bilang tidak jadi nginap dirumah..
aahh...semua kenangan susah untuk dilupa...semua begitu tiba-tiba...
Mamaaaa.....janji kita mau ikut senam rame-rame di alun-alun Minggu paginya...Allahuakbar...
Biarlah mama...mama disana semoga sudah sehat, lancar menjawab semua pertanyaan malaikat kubur dengan benar dan sempurna, sudah tidur manis menunggu dibangunkan lagi..
Disini berjuang untuk melanjutkan kehidupan, keluarga utuh tanpa mama...begitu berat...begitu menyesal...begitu sakit...Ya Allah..kuatkan kami ditinggal mama...kenangan-kenangan itu sangat kuat, tidak kita lupakan, akan kita simpan sebagai memory indah...doa kami semua disini agar mama disana ditempatkan ditempat yang paling mulia di sisi Nya Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya mama dan diterima semua amal kebaikan mama, dilapangkan kuburnya, diterangi kuburnya dan diberi teman-teman yang baik disana, dipertemukan dengan Nabi Muhammad SAW dan semoga beliau Nabi Muhammad SAW memberikan syafa'at/pertolongan buat mama...Aamiin..
Satu yang masih menghubungkan kita InsyaAllah..doa-doaku, doa-doa yang kupanjatkan, doa anak sholeh sholeha... doa anak-anakmu MAMA...insyaAllah...Aamiin...

MAMAHKE JOGJA MENAMBAH MANIS JOGJA YANG MEMANG MANIS

MamahKe Jogja Menambah Manis Jogja Yang Sesungguhnya Berhati Nyaman. Belakangan ini sedang marak kue ala artis. Kue - kue tersebut bi...